Saya akan coba membahasnya dulu dengan "layer teratas" dari peta yang saya pakai, yaitu Al qur'an:
Manusia, Malaikat, Syaitan, pada tatanannya masing-masing punya peran masing-masing pula.
Pada tatanan manusia, maka saya akan berbicara tentang peran manusia itu sendiri. Peran malaikat boleh jadi tidak saya tengok sedikitpun, seperti tidak saya tengoknya peran Syaitan.
Misalnya begini..., pada tatanan saya sebagai manusia, maka:
- Saya harus merubah nasib saya sendiri kalau saya mau nasib saya berubah. Kalau tidak saya rubah, maka nasib saya tidak akan berubah.
- Saya harus menjaga keseimbangan alam ditempat saya berada. Saya harus menjaga keberadaan pepohonan agar kelancaran sirkulasi air bisa terjaga pula. Kalau tidak, maka sirkulasi air itu akan menjadi tidak menentu.
- Saya harus menikah, agar saya bisa membangun keluarga, punya anak dan cucu. Kalau tidak, maka saya namanya menjadi orang yang keturunannya terputus.
- Saya harus menjadi yang terbaik; ekonomi terbaik, budaya terbaik, akhlak terbaik, semua yang terbaik. Kalau tidak maka saya akan menjadi manusia yang terpuruk, bahkan bisa jatuh ke posisi yang lebih rendah dari binatang.
- Dan banyak lagilah contoh yang bisa diambil untuk menggambarkan peran saya sebagi seorang manusia. You can count them by yourself ....
Dengan begitu, dimana peran Malaikat dan Syaitan....??. Sepertinya tidak ada sedikitpun tuh peran malaikat dan syaitan itu dalam tatanan hidup kita sebagai seorang manusia. Semua kita yang menentukan. Allahpun seperti berlepas tangan dalam hal ini. Mungkin pengertian seperti inilah yang dipakai dalam paham ATHEIS. Ha..., cocok...!.
Akan tetapi, pada tatanan Malaikat, maka saya harus berbicara tentang peran malaikat itu sendiri. Boleh jadi saya tidak menengok sedikitpun peran manusia dan peran syaitan. Didalam Al Qur'an peran malaikat itu misalnya:
- Sebagai penyampai kabar gembira: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (Fushshilat 30)
- Sebagai penolong manusia: "ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda". (Ali Imran 125)
- Sebagai agen untuk mewafatkan manusia: "Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri,...". (an Nissa' 97); "Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar", (tentulah kamu akan merasa ngeri)". (al Anfal 50).
- Sebagai agen yang mempunyai kedudukan tertentu: "Tiada seorangpun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu", (ash Shaaffaat 164).
- Sebagai agen yang harus sujud kepada Adam.
- Dan banyak lagi peran malaikat ini kalau kita lihat-lihat di dalam al hadist.
Dari tatanan peran manusia dan malaikat diatas seakan akan kita di giring kepada pengertian bahwa Allah tidak berbuat apa-apa lagi setelah DIA mendelegasikan seluruh AF'AL NYA, kepada manusia dan kepada malaikat.
Apalagi setelah kita menengok tatanan syaitan yang perannya adalah sebagai agen Allah untuk menyesatkan manusia, seperti yang di sebutkan dalam ayat-ayat berikut:
- Barangsiapa yang berpaling dari ingat kepada Yang Maha Pemurah (ALLAH), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (az zukhruf 36).
- Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi. (al Mujaadilah 19).
Akan tetapi, dalam ayat lain semua peran-peran dalam tatanan manusia, malaikat, dan syaitan itu disapu bersih oleh Allah dengan pernyataan-pernyataan-Nya, pernyataan SERBA ALLAH:
- Allahlah yang menghidupkan dan yang mematikan,
- Allahlah yang memberi hidayah, dan Allahlah yang menyesatkan.
- Allah yang menurunkan hujan, mengeluarkan manusia dari perut ibu.
- Sungguh banyak sekali ayat-ayat tentang serba Allah ini. Silahkan dibolak-balik lembar Al Qur'an dan al hadist untuk dasar tertulisnya.
Alternatif sikap.
Dalam tulisan saya tentang reinkarnasi, seakan-akan hanya ada Sang Nafs dan ALLAH. Ya..., begitu itu kondisi atau suasananya kalau kita ingin BERTAUHID yang benar. Seakan-akan tidak ada itu peran malaikat dan peran syaitan. Ya..., sebagai manusia bertauhid memang harus begitu. Yang ada hanyalah Sang NAFS dan ALLAH. Tapi eksistensi dan interaksi ADANYA sang Nafs dan ALLAH ini unik sekali. Sang Nafs adanya adalah justru dalam KETIADAAN. Nah..., Dalam KETIADAAN NAFS itulah Sang Nafs baru bisa menyaksikan ADANYA ALLAH.
Sedangkan malaikat, ya... terserah Allah. Dalam tatanan Allah, malaikat itu punya tugas sendiri yang tidak perlu kita perhatikan dan teliti-teliti. Kita cukup hanya percaya saja (beriman saja), bahwa ada malaikat yang diutus Allah kepada Manusia dan alam semesta dengan tugas-tugas tertentu. Seperti apa..? Ya ndak tahu....!!!.
Begitu juga dengan syaitan, ya... terserah Allah kalau DIA mengirimkan objek yang dinamakan-Nya syaitan untuk menemani manusia kalau manusia itu LUPA kepada ALLAH. Dan terserah Allah juga kalau Dia menjadikan syaitan itu sebagi agen untuk menyesatkan manusia dengan hasutan-hasutannya.
Tugas saya, hanyalah fokus kepada ALLAH. ZAT yang tidak sama dengan apapun, dengan persepsi apapun, maka pada saatnya saya akan terlepas dari bentuk-bentuk atau persepsi yang masih bisa terbayangkan.
Karena KALAU saya teralihkan fokus saya dari Allah kepada fokus kepada malaikat, maka persepsi tentang malaikat itulah yang akan mendominasi saya. Misalnya, Malaikat bersayap sekian, besarnya sekian, menurunkan hujannya begini-begitu, mencabut nyawanya dahsyat bener..., dan sebagainya. Lalu saya sibuk dengan persepsi tentang malaikat itu.
Dan ternyata dalam surat az zukhruf ayat 36 diatas Allah mewanti-wanti bahwa kalau fokus saya beralih dari Allah kepada selain Allah, termasuk kepada malaikat sekalipun, maka dengan seketika ALLAH akan mengirim syaitan sebagai teman saya. Dan syaitan itulah yang mengajak saya kepada persepsi-persepsi dan tindakan yang mengarah kepada kesesatan. Ya..., terserah Allah mau mengirim syaitan dalam bentuk manusia atau bentuk-bentuk lainnya. Lalu kita sibuk dengan syaitan manusia dan bentuk-bentuk lainnya itu. Salah sendiri sih fokus kita teralihkan dari Allah. Sehingga kita sibuk kepada yang selain Allah itu. Sibuk dengan Huka-huka, alam lain, dengan berbagai fenomena penampakan seram dan getaran-getaran, adalah sedikit dari sekian banyak kesibukan kita dengan selain Allah. Kita jadi lupa dengan Allah.
Jadi malaikat itu ada, syaitan itu pun ada. Akan tatapi saat kita bisa menjadi orang yang MUKHLASHIN (objek yang dibuat ikhlas dan berserah oleh Allah). Maka saat itu juga malaikat akan sujud kepada kita, dan syaitan (iblis) tidak akan punya peran apa-apa terhadap kita.
Hanya Allah jualah yang MAHA TAHU atas segala sesuatu.
No comments :
Post a Comment